Bonsai Pohon Kelapa Mulai Diminati Oleh Penggemar Di Pamekasan

Bonsai Pohon Kelapa Mulai Diminati Oleh Penggemar Di Pamekasan

indopers.net, Pamekasan

Keunikan bonsai kelapa dari Kabupaten Pamekasan belakangan ini mulai diminati oleh para penggemar bonsai kepala di tanah air dan kualitasnya mulai bisa bersaing dengan produk serupa dari Bali, Jogjakarta, dan Lampung.

H.Rofii, salah seorang pendiri komunitas bonsai kepala sakera kabupaten Pamekasan yang merekayasa tanaman hias bonsai kelapa menjadi sebuah inspirasi bagi penghobi tanaman hias khususnya di bumi gerbang salam, saat ini diri mengukuhkan 30 anggota melalui dinas pemuda olah raga dan pariwisata sehingga komunitas yang didirikan menjadi legal 09/02/2021.

Lebih lanjut ia mengatakan Komunitas Bonsai Kelapa Sakera (KBS) Pamekasan, saat ini sudah tercatat 30 anggota pelaku dan penggemar yang bergabung KBS dari seluruh kabupaten pamekasan.

“Untuk penggemar bonsai kelapa di Indonesia sudah bergabung dengan KBS tingkat kabupaten sudah terbentuk di kukuhkan malam ini,”Tukasnya.

Di Kabupaten Pamekasan sendiri, para pelaku dan pembuat bonsai kelapa diperkirakan sebanyak 21 orang, Mereka sering bertemu untuk berbagi keterampilan, sehingga bisa membuat bonsai kelapa yang benar-benar unik dan bagus.

“Bonsai kelapa itu perpaduan antara botani dan seni. Botani dalam merawat tanamannya, sedangka seni untuk membentuk keunikannya. Semakin unik sebuah bonsai kelapa, akan semakin mahal harganya,” ujar aba rofii sapaan akrabnya.

Diakui oleh Akhmad Haryono selaku penggagas tanaman bonsai kelapa, harga satu bonsai kelapa secara umum antara 500 ribu sampai 1500 ribu. Tetapi untuk bonsai kepala yang bercabang, harganya sangat mahal, karena menjadi bonsai kelapa yang sangat langka.

“Saya punya satu bonsai kelapa yang bercabang. Ini memang unik, sehingga saya tawarkan dengan harga Rp 3,5 juta,” paparnya kemudian.

ia juga menjelaskan saat ini memiliki sekitar 350 bonsai kelapa dari semua jenis kelapa bisa dijadikan bonsai. Tetapi kelapa ganding yang paling menarik dan diminati untuk dijadikan bonsai.

” di komunitas kami ada yang karyanya sangat bagus sarabut kelapanya juga diukir sedemikian rupa, sehingga menjadi menampilkan karakter karya yang memuaskan dan biasanya mahal,” Pungkasnya.

  Farida

 554 total views,  1 views today

indopers.net

indopers.net

Menyampaikan Kebenaran Yang Jujur Untuk Keadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!