Banser (Ansor) Kalimantan Selatan Sigap Evakuasi dan Bantu Korban Banjir

indopers.net, BANJARMASIN

Banjir besar yang mengepung wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) di awal tahun 2021 direspon cepat PW GP Ansor Kalsel dengan membuka posko banjir.

“Ini saatnya saling bersinergi membantu korban banjir, karenanya GP Ansor Banser Kalsel bergerak cepat membantu warga dengan mendirikan posko banjir di dua zona,” ucap Ketua PW GP Ansor Kalsel Teddy Suryana, Sabtu (16/1/2021).

Menurut Teddy, prioritas yang dibutuhkan warga saat ini adalah makanan cepat saji seperti nasi bungkus dan roti, obat-obatan ringan, popok bayi, pakaian kering, tikar untuk tidur dan lain-lain.

GP Ansor berharap pemerintah provinsi Kalsel dapat sigap membantu korban banjir dengan membuat dapur umum di lokasi-lokasi pengungsian.

Terkait kondisi banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kalsel, PW GP Ansor Kalsel beserta seluruh cabang sudah melakukan gerakan sosial, diantaranya mengevakuasi korban. Juga menggalang bantuan dana dan menyalurkan melalui posko yang didirikan sendiri maupun posko milik pemerintah ataupun masyarakat.

PW GP Ansor Kalsel telah membuka donasi Banjir Kalimantan Selatan melalui rekening organisasi yg bantuannya nanti akan disalurkan melalui dua zona.

Zona 1 terdiri dari Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Selatan (HSS), Tapin, dan Hulu Sungai Utara (HSU).

Adapun Zona 2 meliputi Kabupaten Banjar, Kota Banjarmaain, Kabupaten Batola, Kota Banjarbaru, dan Kabupaten Tanah Laut.

Dalam fokus pada penanganan bencana banjir, semua anggota Ansor harus menjadi corong penyampai informasi yang valid, dan turun langsung ke lapangan,” kata Teddy.

Seluruh kader Ansor Banser untuk menjaga kondusifitas banua, dengan tidak terprovokasi berita, video-video, maupun isu yang menyudutkan pihak tertentu.

“Kita fokus pada penyebab banjir, dan bersama-sama bergotong royong untuk membantu masyarakat,” tegasnya.

PW GP Ansor Kalsel juga meminta pemerintah untuk melakukan sesuatu yang lebih dari sekedar yang dilakukan gerakan kesukarelawanan.

“Kami memohon pemerintah agar melakukan upaya ekstra, baik dari sisi kebijakan dan utamanya strategi penanganan dampak banjir menyelamatkan masyarakat dan pemulihan pasca banjir,” kata Teddy.

Semua pihak untuk lebih memperhatikan lingkungan hidup, sistem drainase dan tata kota, kehutanan, dan jalannya pertambangan, agar kejadian seperti ini tidak terjadi. (Abd Hdi)

 347 total views,  1 views today

indopers.net

indopers.net

Menyampaikan Kebenaran Yang Jujur Untuk Keadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!