Unjuk Rasa (KOMAD) Di Depan Gedung DPRD Mengutuk Keras Kafe dan Resto Wiraraja

indopers.net Pamekasan

Unjuk rasa Komunitas Monitoring Advokasi (KOMAD) di depan gedung DPRD kabupaten Pamekasan Madura Jawa timur.siang
( 11/12/2020)

insiden Pesta Inex di Room Karaoke dan Hotel Wiraraja Pamekasan kini terulang lagi di tahun 2020 ini. Padahal sebelumnya sudah terjadi penangkapan dengan kasus yang sama, di duga sangsi sebelumnya tidak mampu membuat pengelola dan pemilik wiraraja tidak ngifek dan atau mereka merasa kebal atau merasa ada yang melindungi (wallahuaklam) sehingga hanya berselang hitungan bulan dari kasus sebelumnya,kini Dua Wanita dan 6 Laki-Laki Ditangkap polres pamekasan pada hari minggu malam (6/12/2020) karena di duga telah melakukan maksiat dan perbuatan melawan hukum (mengkonsumsi inex) di tempat karaoke Wiraraja dan di kamar hotel nomor 204 wiraraja.

Kejadian kedua kalinya kasus di Wiraraja ini kami anggap merupakan penghinaan bahkan penghianatan kepada Pemkab Kabupaten Pamekasan, karena jelas-jelas tempat karaoke tersebut sudah di tutup dan di segel oleh Kasatpol pp dan di saksikan oleh Anggota komisi 1 DPRD serta aparat kepolisian.

Dengan kejadian insiden yg ke dua kalinya ini mencerminkan bahwa pemilik serta direktur dan pengelola kafe hotel wiraraja kami anggap telah melecehkan pemerintah kabupaten pamekasan serta meng injak injak marwah pemerintah kabupaten pamekasan sebagai kota gerbang salam.

Sementara bupati beserta jajarannya dalam eksekusi penutupan tempat karaoke di thn 2019 yang lalu menyatakan akan memberikan sangsi kepada pemilik dan pihak pengelola tempat hiburan apabila melanggar dan ketahuan membuka lagiā€¦

Jadi kami mendesak kepada pemkab yang dalam hal ini bupati pamekasan untuk menindak tegas melalui pihak pihak penegak perda dan aparat yang berwenang untuk memberikan sangsi yang tegas dan nyata kepada pemilik serta pengelola kafe dan resto wiraraja demi menjaga marwah pemerintah kabupaten (PEMKAB) pamekasan, dan melindungi generasi muda agar tidak terjebak ke dunia hitam.

Pertanyaannya sekarang apakah BUPATI pamekasan berani menindak tegas kepada pemilik wiraraja??? Selayaknya berani dan tegas melakukan penggusuran kepada temen temen PKL (pedagang kaki lima) ????
Demi menjaga marwah kab pameksan dan penegakan supremasi hukum tanpa pandang bulu maka kami menuntut :

  1. BONGKAR DUGAAN BANGUNAN LIAR YANG KERAP KALI DI JADIKAN SARANG AMORAL DAN SARANG KONSUMSI INEX DAN SEJENIS NYA SERTA MELANGGAR PERDA DAN ATURAN PERUNDANG UNDANGAN
  2. SANGSI TEGAS PEMILIK WIRARAJA DAN DIREKTUR PENGELOLA KAFE DAN RESTO WIRARAJA
  3. Semoga dengan ketegasan pemkab dalam memberikan sangsi kepada pemilik wira raja memberikan efek jera agar di masa pandemi covid 19 ini betul betul tersirat sebagai amar makruf nahi mungkar serta Revolusi fi sabilillah
  4. Sangsi tegas kalo perlu copot kasatpol pp karena telah lalai dalam menjalankan tugas nya
  5. Pemerintah daerah segera laporkan secara pidana atas DUGAAN pengrusakan segel yg dilakukan oleh pihak pengelola / PEMILIK cafe Wiraraja.
  6. Seret pemilik dan pengelola kafe dan hotel wiraraja ke ranah hukum di duga telah melawan hukum
  7. Bupati, Dprd,kasatpol pp dan polres harus Bersatu Padu dan kometmen untuk msnindak tegas dan menyeret pemilik serta pengelola wiraraja keranah hukum
  8. Sita alat alat musik sonsistem,tv sebagai bentuk keseriusan pemkab agar insiden pelecehan marwah pemkab pamekasan tidak di injak injak oleh pemilik wiraraja. (Eka” Ida)

 292 total views,  1 views today

indopers.net

indopers.net

Menyampaikan Kebenaran Yang Jujur Untuk Keadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!