Anggaran Tidak Terserap Maksimal, Pembangunan Di Desa Runtu Kota Waringin Barat, Stagnan..!


indopers.net, Kobar – Kalteng

Pembangunan di Desa Runtu Kecamatan Arut Selatan (Arsel) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Kalimantan Tengah (Kalteng) stagnan. Selama kurang lebih setahun terakhir nyaris tidak ada perubahan yang berarti, yang dirasakan masyarakat desa tersebut. Penyebabnya ditengarai karena kepala desa (Kades) yang baru, yakni Juhliansyahri tidak becus dalam memimpin.

Seorang tokoh Desa Runtu mengatakan, dalam kurun waktu setahun terakhir, Desa Runtu tidak mengalami perubahan yang berarti. Belum ada hasil pembangunan yang bisa dirasakan selama kepemimpinan Juhliansyahri. Baik berupa infrastruktur maupun bidang-bidang lainnya seperti bantuan dan pemberdayaan masyarakat.

“Bahkan, sering terjadi masalah. Contoh masalah replanting kebun sawit, terus masalah pemilihan BPD sampai ribut, yang ujung-ujungnya malah pak Hasanudin yang turun tangan, bukan kadesnya,” ungkapnya kepada awak media, Sabtu (28/11/2020).

Dia menilai, Juhliansyahri tidak mampu memimpin. Pasalnya, mandeknya pembangunan di Desa Runtu karena anggaran yang tidak terserap secara maksimal. “Artinya, Kades tidak mampu mengelola anggaran karena anggaran desa tidak mampu diserap, yang akibatnya pembangunan tidak jalan,” tandasnya.

Hal senada disampaikan tokoh pemuda Desa Runtu, Helmi. Dia mengungkapkan, mayoritas warga sebenarnya resah dengan kepemimpinan Kades Juhliansyahri. Selain kepribadiannya yang tidak mencerminkan sebagai seorang pengayom, Juhliansyahri juga dinilai belum bisa menunjukkan kinerja yang baik selama kepemimpinannya.

“Sebagai salah satu pemuda Runtu, saya sangat risih dan risau dengan keadaan pemerintahan Desa Runtu yang sekarang. Karena kinerjanya sangat lambat dan tidak punya inisiatif bagaimana caranya agar perekonomian warga bisa terus tumbuh seperti sebelum-sebelumnya,” kata Helmi.

Terpisah, Ketua BPD Runtu, Purwadi, saat dikonfirmasi tidak membantah bahwa anggaran Desa Runtu banyak tidak terserap. Akibatnya pembangunan tersendat atau tidak optimal. Saat disinggung mengenai penyebabnya, Purwadi belum bisa menjelaskan. “Nanti kita mau pelajari dulu,” ucapnya singkat.

Sementara itu, Juhliansyahri, belum bisa dimintai konfirmasi. Saat dihubungi melalui telepon selulernya, Sabtu (28/11/2020) dia mengaku sedang sibuk. (Gza)

 267 total views,  2 views today

indopers.net

indopers.net

Menyampaikan Kebenaran Yang Jujur Untuk Keadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!