Saling Sodorkan Bukti-Bukti Kepemilikan Tanah, PN Sampang Akan Tinjau Lokasi

indopers.net, Sampang

Pengadilan Negeri Sampang Madura Jawa Timur gelar sidang pembuktian surat kepemilikan tanah yang diperkarakan oleh penggugat, dimana Penggugat  dan para tergugat terpantau hadir saat sidang berlangsung, kecuali tergugat 2 (Sukiman Hartanto). 20/10/2020

Sidang yang di pimpin langsung oleh ketua majlis Hakim Pengadilan Negeri  Sampang Afrizal SH.MH. didampingi oleh anggota 1 dan 2, Juwanda Wijaya SH dan Silviananda Putri SH  Serta panitra Yang ikut serta dalam persidangan, objektif dan terbuka sehinggan membuat semua pihak yang hadir puas khusunya tim kuasa dari penggugat.

Afrizal SH.MH. selaku ketua Majlis Hakim menjelaskan kepada awak media “Sidang ini adalah sidang terbuka untuk umum dan sidang kali ini adalah sidang pembuktian surat dari tergugat, tergugat 1 memberikan surat pembuktian sebanyak 4 bukti surat dan tergugat 3 sebanyak 3 bukti surat, tergugat 2 tidak hadir, sidang sejauh ini sudah berlangsung selama 5 kali persidangan, semoga kita dan semua tim diberi kesehatan untuk menjalankan persidangan ini hingga sidang putusan.“ jelasnya,

Kuasa Hukum penggugat, Moh Taufik MD, SIkom., SHMH menyampaikan, sidang kali ini penyerahan bukti surat dari tergugat 3, yakni pihak kades.

“Di Petok Letter C atau buku desa memang ada fakta fakta. Saya yakin yang benar, bahwa tanah itu hak klien kami. Sehingga Majelis Hakim harus benar-benar mendalami kasus ini.”ucapnya.

Sebagai kuasa penggugat, dia berharap kepada majelis yang memeriksa perkara ini agar dimenangkan dirinya. karna perkara ini sudah bertahun-tahun dan bukti-bukti sudah jelas di petok desa,” harapnya.

Lebih lanjut Taufik mengatakan, sebelumnya pihaknya sudah mengingatkan kepada tergugat 1 untuk tidak membeli tanah di lokasi tersebut karena itu bukan haknya, tapi tetap saja membeli kepada oknum yang mengaku bahwa tanah itu milik dia. tegas Taufiq.

Hal itu terbukti ada dugaan pemalsuan surat, setelah dirinya melakukan konfirmasi ke pemerintah desa, bahwa Pemdes tidak pernah menjadi berkas tersebut.

“Saat saya konfirmasi ke pemerintah desa setempat, pihaknya tidak pernah merasa tanda tangan terkait jual beli tanah dan penerbitan Sertifikat tanah,” ungkapnya.

Sehingga, pihaknya meminta Pengadilan Sampang, untuk mendalami kasus ini dan menduga ada sesuatu yang janggal dalam proses penerbitan sertifikat.

“Dalam petok itu kan masih resmi, juga kami ada kata kunci dari tergugat tiga yakni kepala desa, tidak ada perubahan atas tanah itu, bahkan pihak desa tidak pernah menandatangani dalam proses penerbitan sertifikat, dan kita sudah tau kalau di warka ada surat sporadik dan surat nama riwayat tanah. Tutup Taufiq.

Sementata Mohammad Rosid, Kepala Desa Ketapang Barat selaku tergugat 3, saat dimintai keterangan oleh awak Media bahwa pihaknya dalam hal ini hanya beratatus sebagai saksi dan berharap perkara ini agar segera selesai.

“Saya atas nama Pemerintah Desa Ketapang Barat hanya menengahi agar perkara ini cepat selesai karna saya sudah capek di panggil panggil pengadilan terus” Ucap Rosid”.
(Man)

 681 total views,  1 views today

indopers.net

indopers.net

Menyampaikan Kebenaran Yang Jujur Untuk Keadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!