Meski Omset Menurun Pengrajin Batik Tulis di Pamekasan Tetap Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19

indopers.net, Pamekasan

Pengrajin batik tulis di Pamekasan, madura, Jawa Timur, tetap bertahan di tengah pandemi Covid-19, meskipun omset pendapatannya menurun drastis dari kondisi normal pada biasanya. Sabtu 03 Oktober 2020,

Seperti yang dirasakan Qufron, salah seorang pengrajin batik di Desa Klampar Pamekasan ini, dia mengaku dengan adanya pandemi ini sangat berdapak besar terhadap usahanya yang sudah puluhan tahun dia geluti.

“Biasanya Saya mampu memproduksi batik tulis 40 lembar batik, sekarang hanya 20 lembar saja per hari. Itu pun penjualannya susah harus melalui online,” keluhnya,

Sementara Itu Kepala Desa Klampar, Badrus Saleh membenarkan warganya sekarang mulai mengeluh tidak lancarnya produksi batik semenjak dilanda Covid-19, namun mereka tetap bertahan karena merupakan aktivitas satu-satunya sebagai penupang hidup mereka.

“Kami berharap ada suntikan modal dan pendampingan dari pemerintah, sehingga usaha membatik warga kami tetap berjalan meski kondisi pandemi ini,”harapnya.

Desa Klampar merupakan desa yang dikenal kampung batik tulis di Kabupaten Pamekasan, di mana masyarakatnya mayoritas menjadi pengrajin batik, konon kreatifitas membatik merupakan warisan leluhur mereka yang hingga saat ini tetap dilestarikan sebagai satu-satunya pendapatan penunjuang kehidupan masyarakat setempat. (Mistar)

 274 total views,  1 views today

indopers.net

indopers.net

Menyampaikan Kebenaran Yang Jujur Untuk Keadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!