KONDISI JEMBATAN KALI CIBENING PENGHUBUNG DUA DESA DI SUKABUMI MEMPRIHATINKAN

indopers.net, Sukabumi

Jembatan kali cibening penghubung dua desa, rusak akibat kurang perhatian dari pemerintah bahkan anak sekolah harus menyeberang kali tersebut, dikarnakan jembatan itu sudah tak layak setiap dibangun itu semua swadaya masyarakat setempat.

Sandi saputra warga Desa Nangerang kampung bobojong Rt:025/05, mengatakan jembatan tersebut sudah tidak layak lagi untuk dilewatkan karena sudah sangat parah kerusakan. Keberadaan jembatan itu sudah puluhan tahun, bahkan warga juga sudah pernah memperbaiki dengan gotong royong, namun dengan kondisi jembatan saat ini sudah tidak memungkinkan lagi untuk diperbaiki oleh warga.

“Jembatan ini adalah satu-satunya jalur penghubung dua desa, Antara desa Nangerang dan desa Neglasari meski ada jalur alternatif lainnya namun memerlukan waktu 30 menit untuk menuju ke kecamatan. Akan tetapi disaat jembatan tersebut masih bagus, hanya menghabiskan waktu 10 menit saja,”katanya.

Sandi saputra berharap semoga pemerintah dapat memperhatikan kondisi ini dengan cepat mencari solusi untuk masyarakat dan membangun jembatan secepatnya, karena jembatan tersebut merupakan jalur utama perekonomian masyarakat.

“Jika tidak ada perbaikan jembatan secara maksimal, maka akan menghambat perekonomian masyarakat, karena ada warga yang berkebun maupun petani sawah dan lainya. Kemudian juga kasihan anak-anak di desa setempat yang berangkat sekolah harus memutar dengan jarak lebih jauh,”katanya.

Sementara itu, perwakilan warga yang lain saat dikonfirmasi awak media indopers.net menyebutkan bahwa jembatan gantung itu mengalami kerusakan sudah satu tahun. Tapi selama rusak pihaknya bersama masyarakat sekitar juga pernah beberapa kali melakukan perbaikan secara swadaya.

“Yang menjadi perhatian kita adalah anak-anak sekolah sudah tidak bisa lagi melintas jembatan tersebut, ketika mereka aktif bersekolah maka terpaksa harus melewati melalui Kecamatan lain yang membutuhkan waktu sekitar 30 memit untuk menuju ke sekolahnya,”pungkasnya.

Dikatakannya, bahwa tidak hanya aktivitas para siswa saja menjadi terhambat, namun masyarakat pun ikut terkendala, apalagi ketika ada yang berangkat ke kantor, ke pasar dan aktivitas masyarakat sehari hari lainnya, itu harus melewati jalur dari kecamatan lain terlebih dahulu dan ini sudah menjadi keluhan bagi warga di kawasan tersebut.

“Sekarang kita membutuhkan perhatian dari pemerintah agar jembatan gantung berkonstruksi kayu itu dibuat yang baru, kalau misalnya tidak mencukupi anggaran maka dapat direhab untuk memudahkan masyarakat dalam beraktivitas,”kata sandi saputra.

Bahkan tidak hanya itu, kata dia, jalan akses menuju antar desa kawasan tersebut sudah sangat memprihatinkan dan berharap ke depannya ada solusi terbaik dari pemerintah Desa khususnya Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk perbaikan jembatan tersebut.

Sekali lagi kami tekankan bahwa Jembatan ini adalah satu-satunya jalur penghubung dua desa,
Jika tidak ada perbaikan jembatan secara maksimal, maka akan menghambat perekonomian masyarakat.

(Adisaputra)

 904 total views,  3 views today

indopers.net

indopers.net

Menyampaikan Kebenaran Yang Jujur Untuk Keadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!