Ratusan Warga Desa Panagguan Pamekasan Terima Sertifikat PTSL

indopers.net, Pamekasan

Masyarakat Desa Panagguan, Kecamatan Proppo, kabupaten Pamekasan telah mendapatkan sertifikat tanah melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) 2020 gratis.

Setidaknya, ada 162 bidang yang dibagikan kepada masyarakat setempat di Kantor Desa Panagguan, Rabu 23 September 2020. Ratusan sertifikat tanah itu diberikan langsung oleh Kepala Desa Panagguan Daud Samsidin dan petugas Agraria Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Pamekasan.

Berdasarkan pantauan indopers.net, pembagian ratusan sertifikat tanah itu disaksikan langsung oleh Muspika Proppo.

Salah satu anggota Tim Pembagian Sertifikat dari Kantor ATR/BPN Pamekasan, mengatakan pihaknya membagikan sebanyak 162 bidang sertifikat tanah kepada masyarakat Desa Panagguan.

Dia berharap kepada masyarakat setempat yang telah menerima sertifikat agar dapat menjaga dokumen tanah itu dengan baik. Ia juga meminta agar masyarakat dapat mengecek data identitas pemilik tanah di sertifikat tersebut.

“Jika menemukan ada kesalahan data, masyarakat bisa melaporkannya ke kelompok masyarakat, biar nanti dikoreksi dan segera diperbaiki. Kemudian, kami harap sertifikat bisa disimpan dan diamankan sebaik mungkin, bila perlu difotokopi,” kata dia.

Kepala Desa Daud samsidin mengatakan pembagian sertifikat tanah itu baru pertama kalinya dilaksanakan di desa ini. Sebab, sejak 1970 masyarakat belum memiliki bukti kepemilikan dan hak atas tanah.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur, tahun ini bisa membagikan sertifikat gratis program dari Pak Presiden Joko Widodo. Meski demikian, masih banyak warga kami yang belum memiliki sertifikat tanah. Mudah-mudahan tahun depan kita usulkan kembali,” kata dia.

Sementara itu, perwakilan BPN Pamekasan mengatakan pihaknya berharap kepada masyarakat bisa menjaga dan memanfaatkan kegunaan sertifikat tanah tersebut. Ia pun meminta masyarakat kedepan dapat taat dalam pembayaran Pajak bumi dan Bangunan (PBB) setiap tahunnya.

“Program PTSL ini merupakan kebijakan pemerintah untuk membantu masyarakat supaya memiliki tanda bukti kepemilikan yang sah. Namun, kami juga berharap masyarakat bisa memenuhi kewajiban dalam membayar pajak PBB,” kata dia.

Sementara itu, habli (36) warga Desa Panagguan mengatakan dirinya sangat bersyukur mendapatkan sertifikat tanah melalui program PTSL. Sebab, selama ini tanah miliknya belum memiliki surat tanah yang sah.

“Selama ini saya hanya ada surat jual beli saja. Alhamdulillah, tahun ini sudah ada surat yang sah dan diakui oleh negara,” kata dia. (Hadi /Habli)

 319 total views,  1 views today

indopers.net

indopers.net

Menyampaikan Kebenaran Yang Jujur Untuk Keadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!