Terdampak Proyek Bendungan Bagong, Warga Menolak Ganti Rugi Dan Demo Di BPN Trenggalek.

indopers.net, Trenggalek

Sekitar 50 warga dari dua desa terdampak pembangunan megaproyek Bendungan Bagong senilai Rp 1,6 triliun tepatnya di Desa Sumurup dan Sengon Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek, menggelar aksi damai di depan Kantor Pertanahan ATR/BPN Kabupaten Trenggalek.

Puluhan warga tersebut menuntut ganti rugi yang layak atas tanah-tanah mereka yang bakal dijadikan proyek bendungan Bagong. Menurut informasi selain harga yang rendah juga ada beberapa uang yang hilang atau tidak sesuai dengan catatan jumlah yang ada.

Imam Husni salah satu warga terdampak yang tinggal di Desa Sumurup mengatakan, harga appraisal yang telah diumumkan pertama kali ada 57 bidang tanah. Namun harga yang diberikan kepada warga untuk ganti rugi sangat tidak layak.

Harganya untuk ganti rugi hanya Rp 175 ribu per meter terhitung tanah sawah,” ungkap Imam, seperti dilansir indopers.net Selasa (8/9/2020).

Menurut Imam, harga tersebut sangat tidak layak jika dibandingkan dengan harga ganti rugi pada pembebasan lahan lainnya yang telah ada.

Menurutnya, harga ganti rugi di proses pembangunan lain dihargai sekitar Rp 400 ribu per meter. Bisa dihitung berapa, bisa hingga tiga kali lipat dari harga yang masyarakat terima kali ini.

“Jika harga memang tidak sesuai dan tidak disepakati, tidak ada bendungan ya tidak apa-apa,” ucapnya. (Tier)

 235 total views,  1 views today

indopers.net

indopers.net

Menyampaikan Kebenaran Yang Jujur Untuk Keadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!