Kepsek SMAN1 Way Tuba Diduga ‘Sunat’ Dana BOS 35 Siswanya Sesuai Data Dapodik dan Laporan Bosnya 2019 Berbeda.

indopers.net, Way KANAN

Kepala sekolah SMA N 1 Way Tuba, Kabupaten Way Kanan Rudi Efrizal diduga memainkan laporan siswa dalam laporan dana BOS tahun 2019 dan laporan siswa dalam data Dapodiknya.

Hal ini diduga untuk memanipulasi jumlah anggaran BOS yang diterima pihaknya untuk keuntungan pribadinya.

Dimana, dalam data dapodiknya. Terlapor jumlah siswa sebanyak 255 siwa. Namun dalam laporan pencairan dan BOS Triwulan I hingga Triwulan III sebanyak 220 siswa. Artinya ada anggaran 35 siswa yang hilang sebagai sumber pendapatan sekolah untuk biaya sarana dan prasaranan bangunan sekolah yang diduga dimasukan dalam kantong pribadinya.
Untuk diketahui dana bos SMA sendiri per siswa berkisar Rp1,4 juta hingga 1,5 juta.

Kemudian dalam data yang kami himpun, dana bos pencairan triwulan ke 4 tahun 2019 Rudi Efrizal menambah jumlah siswanya dari 220 menjadi 288 siswa.

“Kami BARA JP Way Kanan akan memasukan laporan pengelolaan dana bos SMA 1 Way Tuba ke Kejaksaan atau Tipikor Polres Way Kanan karena diduga disenyalir ada tindak pidana korupsi,”ujar Azwari ketua Harian BARA JP Way Kanan, Jumat 21 Agustus 2020.

Azwari menambahkan selain menduga adanya kecurangan dari data siswa. Kami juga melirik adanya kejanggalan dalam realisasi dana bos 2019 yang dilakukan Rudi Efrizal itu sendiri.

“Kami lihat laporan realisasi dana bos pihaknya baik untuk dana perawatan dana multi media dan lainya juga diduga tidak sesuai atau ada rakayasa dalam laporanya saja,”pungkasnya. (Rahmad /Tim)

 460 total views,  1 views today

indopers.net

indopers.net

Menyampaikan Kebenaran Yang Jujur Untuk Keadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!