Diduga Mark up Laporan Siswa Dana Bos 2019, Kepsek SMAN 2 Buay Bahuga Mengaku Kelebihan Siswa Itu Tidak Dibayarakan.


indopres.net, Way Kanan

Kepala Sekolah SMAN 2 Buay Bahuga Kabupaten Way Kanan, Apriani, justru mengelak saat dikonfirmasi adanya ketidak singkronan antara data dapodik dan laporan dana bos tahun 2019 yang dikelola pihaknya yang menimbulkan adanya dugaan penggelembungan jumlah siswa ‘siluman’ tersebut.

Hal ini terlihat saat laporan dapodik sekolahnya, bahwa tercatat jumlah siswanya hanya 594 orang. Terdiri dari siswa laki-laki 246 orang dan perempuan 348 orang.

Sementara dalam laporan dana BOS 2019 pihaknya bahwa jumlah siswanya 640 orang.

“Ya ada penambahan jumlah siswa tapi kami tidak menerima seratus persen realisasi dana bos dari jumlah laporan dana bos 2019 lalu yang kami ajukan,”ujarnya, Kamis (13/8/2020).

Dimana menurutnya, bahwa dana bos yang diterimanya sesuai data dapodik 2019 yaitu, sebesar Rp788.480.000.

“Jika acuannya 640 orang maka nilai anggaran dana bos 2019 yang seharusnya kami terima Rp891.000.000. Artinya tidak terialisasi seratus persen. Atau tidak terbayarkan,”tegasnya.

Untuk itu, iya mengatakan tidak ada yang mark up siswa. Karena memang dalam laporan siswa tambahan ini belum di terima karena belum waktunya.

“Triwulan 1 anggaran dana bos 2019 dicairkan 20 persen dari nilai Rp788.480.000 maka dengan jumlah murid 544 yaitu 152.320.000. Triwulan II masih dengan jumlah siswa yang sama 544 dengan besaran anggaran 40 persen yakni, Rp 304.640.000. Sedangkan triwulan ke III 20 persen dengan jumlah siswa 544 senilai Rp152.320.000. Sementara triwulan ke IV dengan jumlah siswa 640 besaran anggaran 20 persen 179.200.00. jika diakumulasi maka tidak sampai per siswanya dikalikan 1500.000 tetapi 1400.000 dengan pencairan 20 persen dari nilai 1400.000,”pungkasnya.

Sementara itu, Azwari Ketua Harian DPC BARA JP Way Kanan akan meninjau pelaksanaan anggaran bos SMAN2 Buay Bahuga. Yang diduga banyak indikasi penyimpangan anggaran dengan penyaluran tepat sasaran dan bukti bukti realisasi sesuai nota belanja dan barang bukti barang sendiri.

“Kami BARA JP akan fokus menangani persoalan ini. Berikut seluruh SMA dan SMK yang ada di Way Kanan,”tandanya. (Tim)

 679 total views,  1 views today

indopers.net

indopers.net

Menyampaikan Kebenaran Yang Jujur Untuk Keadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!