Kejari Sampang, Kembali Di Demo Oleh LSM JCW Dan Masyarakat Sokobanah Daya.

indopers.net, Sampang

Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang kembali di demo oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jatim Corruption Watch (JCW) bersama masyarakat Desa Sokabanah, Kecamatan Sokabanah. Para peserta aksi tersebut menagih kinerja korp Adhyaksa dalam mengusut kasus dugaan korupsi Dana Desa (DD) Sokobanah Daya yang dinilai terlalu lama dibiarkan tanpa ada penetapan tersangka sampai saat ini.

“Dugaan korupsi Dana Desa 2018 itu melibatkan Kepala Desa (Kades) Sokobanah Daya, Jatem serta Direktur CV Madura Perkasa, Deddy Dores kini menjabat sebagai anggota DPRD Sampang,” teriak Hairul Kallam, saat berorasi di depan Kantor Kejari Sampang.

Dirinya menuding Kejari Sampang tidak bertaji dan mandul dalam penanganan proses hukum dugaan korupsi DD Sokabanah Daya. Karena kasus tersebut sudah lama dilaporkan yakni sejak 15 Maret 2019. Tetapi hingga saat ini Rabu (5/8/2020) penanganannya belum ada kepastian hukum. Padahal berdasarkan ekspos perkara yang dilakukan penyidik pada tanggal 27 Juli 2020 sudah jelas adanya perbuatan pidana yang dilakukan pihak terlapor.

“Kami bersama perwakilan tokoh masyarakat Sokobanah Daya mendatangi Kejaksaan Negeri Sampang untuk meminta pelaku dugaan korupsi Dana Desa segera ditetapkan menjadi tersangka,” ucapnya.

Ia juga mengancam jika dalam sebulan ini pihak Kejari masih belum menetapkan status tersangka terhadap dua orang yang telah dilaporkan tersebut, Maka JCW bersama warga Sokobanah akan kembali mendemo kejaksaan.

“Jika dalam batas waktu satu bulan belum ada kepastian hukum, maka jangan salahkan kami jika kami mengerahkan massa yang jauh lebih besar lagi,” ancamnya.

Merespon tudingan para demonstran tersebut, Kepala Kejari Sampang, saat menemui mereka mengatakan, penanganan kasus dugaan korupsi DD Sokobanah Daya memang cukup lama. Namun begitu pihaknya menegaskan dalam penanganan kasus tersebut sudah diawasi oleh semua pihak mulai masyarakat, LSM hingga oleh Aparat Penegak Hukum lainnya.

“Jadi tidak ada alasan bagi kami untuk bermain-main dalam penanganan perkara ini. Memang penanganan kasus ini sudah lama, tapi bukan maksud kami untuk mengulur-ulur waktu, menunda-menunda, apalagi untuk menyelamatkan seseorang. Karena dalam menetapkan tersangka kami tidak ingin gegabah tapi bukti alat bukti yang jelas,” terang Maskur selaku kejari.

“Sekarang kami masih berkoordinasi dengan Inspektorat untuk mengetahui nilai kerugian negara, Baru nanti kami akan menentukan sikap dari proses lidik ditingkatkan ke sidik,” pungkasnya.

Unjuk rasa yang di lakukan oleh LSM JCW dan beberapa perwakilan tokoh masyarakat sokobanah daya berjalan dengan damai, dan aksi tersebut di lakukan dengan berjalan kaki dari depan kantor DPRD Sampang ke kantor kejari.(M@n/ica)

 282 total views,  1 views today

indopers.net

indopers.net

Menyampaikan Kebenaran Yang Jujur Untuk Keadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!