Izin Praktek Bidan di Sampang Madura Dicabut, Karena Lalai..!

indopers.net, Sampang

Seorang oknum Bidan yang telah di beri amanah dan tanggung jawab namun lalai dengan tugasnya.

Seorang bidan berinisial SF di Sampang, Madura ini akhirnya diberhentikan untuk melakukan praktek persalinan.

Warga Desa Ketapang Barat, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura ini diberhentikan lantaran ketahuan tidak menjalankan amanah dengan baik.
Akhirnya Ikatan Bidan Indonesia merekomendasikan SF untuk dicabut izin prakteknya sebagai seorang bidan.

SF dianggap sudah menyalahi aturan kode etik profesi kebidanan karena membiarkan seorang ibu lahir tanpa bantuannya.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Sampang, Agus Mulyadi mengatakan bahwa izin SF akan diberhentikan selama 3 bulan.
Agus Mulyadi juga memberikan sanksi tegas sejak insiden yang menimpa Zainuri (28) dan Aljannah (25) ini terjadi.
Menurut kesaksian warga, pasangan suami istri tersebut hendak melakukan proses persalinan sang buah hati yang telah ditunggu-tunggu.

Namun saat meminta bantuan dan mendatangi rumah sang bidan, pasangan suami istri tersebut tak kunjung mendapatkan pertolongan.
Bahkan korban yang dikabarkan kritis lantaran tak segera direspon dan dibantu sang bidan.

Zainuri menceritakan bahwa saat itu ia bersama istrinya berangkat dari rumah pada pukul 21.00 WIB.
Namun sesampainya di sana ia tak mendapatkan jawaban hingga satu jam lamanya.
Setelah sang istri kritis, suami bidan SF akhirnya keluar dan mengatakan bahwa istrinya tengah sakit.

“Tapi yang merespon adalah suaminya, bahkan suaminya itu bilang bahwa istrinya (bidan) sedang sakit,” ujarnya.

“Tidak lama kemudian anaknya menyusul keluar dengan memberikan pernyataan yang tidak sama dengan ayahnya, bahwa si ibu tidak bisa melayani karena tidak ada asisten,” imbuh Zainuri.
Karena belum mendapat pertolongan, istri Zainuri akhirnya meronta kesakitan hingga mengundang kehadiran warga.

Setelah sekian lama tak juga ditolong, akhirnya pukul 23.00 WIB, Aljannah melahirkan secara mandiri di depan rumah sang bidan.

Setelah berhasil melahirkan secara mandiri, bidan Sri Fuji justru keluar rumah menggunakan APD lengkap dan mengarahkan pasangan suami istri tersebut untuk masuk kedalam rumah.
Kami langsung diarahkan masuk ke dalam rumah, kemudian anak dan istri saya dibersihkan,” terangnya.

“Setelah dibersihkan anak saya diletakkan di inkubator selama kurang lebih lima belas menit,” tambahnya.

Lebih lanjut, dalam pelayanan tersebut Zainuri beserta istrinya masih dimintai untuk membayar sebesar Rp 800.000.
Penderitaan istri Zainuri tak hanya sampai di sana, Aljannah dikabarkan kembali mengalami pendarahan pasca lahiran.

“Keesokan harinya istri saya mengalami pendarahan besar dengan wajah pucat, jadi saya memanggil bidan lain,” kata dia.
Kalau meminta pertolongan ke bidan yang sama, saya takut kembali terjadi hal yang serupa,” tegasnya. ( Giru )

 274 total views,  1 views today

indopers.net

indopers.net

Menyampaikan Kebenaran Yang Jujur Untuk Keadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!