Diduga Jadi Sarang Pungli “Dispendukcapil” Bangkalan Digeruduk Puluhan Mahasiswa

indopers.net, Bangkalan

Diduga banyak praktek pungutan liar ( pungli ) puluhan mahasiswa yang tergabung dalam bentuk gelora mahasiswa pembela rakyat ( Gempar ) menggelar aksi didepan kantor Dinas kependudukan dan pencatatan sipil ( Dispendukcapil ) kabupaten Bangkalan, Selasa ( 14/7/2020 )

Dalam aksi tersebut, Abdul Rohim selaku koordinator Gempar meminta kepada Disdukcapil untuk menangani lambatnya penanganan karena kerusakan perekam E-KTP di beberapa kecamatan, menurut nya ada 7 kecamatan yang dibiarkan begitu saja perekam E-KTP yang rusak,” tegasnya.

“Lanjut Abdul Rohim,
selain itu di Dispendukcapil, juga banyak pungli liar yang bertebaran dan harus segera ditangani dan pungli harus segera dihilangkan, kasian warga-warga kita,” ungkapnya

Ada 5 point tuntutan dari Gempar terhadap Dispendukcapil bangkalan :

  1. Perbaiki sistem pelayanan adminduk, dengan memperjelas SOP secara publik.
  2. Buat nomer antrean pelayan untuk ketertiban.
  3. Bagi kecamatan yang alat perekam e-KTP-nya rusak, dalam waktu satu bulan
    kedepan harus sudah baik dan ada di kecamatan.
  4. Seterilkan pelayanan adminduk dikabupaten Bangkalan dari praktek Pungli.
  5. Tiga poin diatas harus terpenuhi sebelum september 2020

Menanggapi hal itu, Samsul Bakri bagian Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Dispendukcapil Bangkalan saat diwawancarai oleh awak media menyampaikan bahwa tidak ada pungli di dispendukcapil Bangkalan.

“Kalau urusan calo dan lain sebagainya itu kan urusan pribadi. Orang yang datang ke sini mengatakan perwakilan dari desa, saya perwakilan dari kecamatan, apakah saya mau menolak hal-hal itu,” ujarnya

Terkait calo, itu urusan orang calo dengan yang meminta tolong karena itu bukan urusan kami,”pungkasnya ( Rofi )

 214 total views,  2 views today

indopers.net

indopers.net

Menyampaikan Kebenaran Yang Jujur Untuk Keadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!