Puluhan Warga Desa Sukowiyono Ngawi Diduga Keracunan Setelah Santap Ayam Panggang

Puluhan Warga Desa Sukowiyono Ngawi Diduga Keracunan Setelah Santap Ayam Panggang

indopers.net, Ngawi

Kondisi fisiknya sebenarnya masih lemas. Hampir 12 jam dia dihajar pusing, mual, dan diare. Tapi, naluri seorang ibu mendorong Darsini untuk menunjukkan kasihnya kepada sang buah hati, Muhammad Dahlan Al Aziz. Dipangkunya buyung yang baru berusia 3 tahun itu sambil mengelus rambutnya di Instalasi Gawat Darurat Puskesmas Ngadas, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Seperti dirinya, Dahlan korban keracunan ayam panggang.

Ayam itu kiriman Sugiantoro, tetangganya di Desa Sukowiyono, Padas, Ngawi, yang tengah mengadakan selamatan tiga bulan kelahiran sang anak.

’’Penyakit kejang demamnya kambuh sekitar setengah jam sebelumnya,’’ kata Kepala Puskesmas Padas Zain Ratna Priyanto kepada indopers.net Ngawi.

Total ada 51 warga Sukowiyono yang diduga mengalami keracunan massal setelah menyantap nasi ayam panggang. Selain itu, ada tiga warga Desa Lego Kulon, Kasreman, Ngawi, yang juga menjadi korban makanan pemberian Sugiantoro tersebut. Selain diare, total 54 korban tersebut mengalami mual, muntah, dan pusing.

Hingga kemarin petang (21/6), sebanyak 40 korban boleh menjalani rawat jalan di rumah. Sementara itu, 10 warga masih diopname di Puskesmas Padas. Seorang di antaranya lansia.

Dahlan termasuk yang harus dirujuk ke RSUD dr Soeroto, Ngawi. Sebelumnya dia dirawat di puskesmas tersebut. Tiga warga Lego Kulon diopname di Puskesmas Kasreman.

Sugi –sapaan Sugiantoro– mengungkapkan, nasi ayam panggang yang dibungkus kotak kardus itu dipesan dari katering di Desa Sambiroto II, Padas, dan dikirim pada Minggu siang (20/6). Jumlahnya 50 kotak.

Sebanyak 47 kotak dibagikan ke tetangga dan sisanya ke anggota keluarga Sugi di Lego Kulon. ’’Nasi tiba sekitar jam 12 siang. Tapi, pembagiannya satu jam kemudian,’’ ungkapnya.

Sugi dan keluarga baru menyantap ayam panggang itu sekitar pukul 15.00. Tak ada yang aneh pada nasi kotak dengan lauk ayam panggang tersebut saat Sugi menyantapnya. Ketika ditelan, rasanya seperti pada umumnya. Olahannya juga tidak jauh berbeda.

Selain potongan ayam, di dalam kotak itu ada irisan tahu sambal goreng, kering tempe, mi bumbu pedas, dan urap. ’’Saya sama sekali tidak menyangka kalau akhirnya begini,’’ tuturnya.

Sekitar 10 jam setelah menyantapnya, pukul 01.00 kemarin dini hari, baru efeknya mulai terasa. Sugi bolak-balik ke toilet hingga enam kali karena diare. Gangguan pencernaan itu juga dialami empat anggota keluarga lain yang tinggal seatap dengan pria 26 tahun tersebut. Yakni, Siti Fatimah, 23, istrinya; juga bapak, ibu, dan neneknya.

’’Paginya (kemarin pagi), sekitar jam tujuh, baru tahu bahwa banyak tetangga yang mengalami keluhan sama,’’ kata Sugi saat ditemui di rumahnya kemarin.

Sekretaris Desa Sukowiyono Harno mengungkapkan, 51 warga yang keracunan tinggal di dua rukun tetangga (RT) berbeda. Yakni, 45 orang dari RT 01, RW 04, dan 6 orang dari RT 02, RW 04. Pihaknya mendapat laporan adanya warga keracunan dari bidan desa pukul 06.30.

Di Puskesmas Padas, Zain memutuskan merujuk Dahlan ke RSUD dr Soeroto sekitar pukul 14.00. Sebab, balita itu dirasa membutuhkan perawatan intensif. Apalagi, suhu badannya siang itu mencapai 39 derajat Celsius.

Petugas pun harus menancapkan slang infus di tangan kirinya. ’’Kami khawatir semakin parah,’’ ujar Zain.

Dahlan sejatinya terlihat masih sehat sekitar pukul 08.00. Balita itu bersama Sugiono, 35, bapaknya, menunggui Darsini yang tengah dirawat di puskesmas. Baru sekitar pukul 10.00, Dahlan mengeluh perutnya mulas. ’’Beberapa kali meminta diantar ke toilet,’’ ucapnya.

Zain mengatakan, perut mual, mulas, diare, dan pusing dengan suhu badan tinggi merupakan tanda keracunan pencernaan. Penderita bisa mengalami dehidrasi karena kehilangan banyak cairan di dalam tubuh. ’’Akibatnya bisa fatal kalau tidak segera ditangani,’’ tuturnya.

( rin )

 49 total views,  4 views today

indopers.net

indopers.net

Satu Komando, Satu Tujuan, Satu Hati Dan Satu Identitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!