Surabaya Mencekam, Sejumlah Fasilitas Publik Dibakar, Risma Marah marah Ke Pendemo.

indopers.net, SURABAYA

Sejumlah fasilitas publik dirusak dan dibakar massa saat demonstrasi menolak Omnibus Law di kawasan simpang empat meliputi Jalan Pemuda, Yos Sudarso, Panglima Sudirman dan Jalan Gubernur Suryo, Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis (8/10).

“Kami menyayangkan fasilitas publik dirusak atau dibakar. Mestinya menyuarakan pendapat tetap menjaga aset publik. Itu lebih bagus. Untuk membangun semua itu tidak mudah,” kata Kabag Humas Pemerintah Kota Surabaya Febriadhitya Prajatara.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini tak kuasa menahan air mata saat sidak di kawasan Gedung Negara Grahadi usai aksi demo tolak Undang-undang Cipta Kerja.

Bagaimana tidak, kota yang bertahun-tahun ia bangun kini telah dihancurkan oleh pendemo. Banyak fasilitas umum yang hancur diantaranya yakni rambu-rambu lalu lintas, lampu Alun-alun Surabaya, Taman Aprasi hingga pedestarian juga dirusak.

Melihat kota berantakan, Risma dan jajarannya langsung memunguti botol-botol plastik dan batu-batu yang tersebar di jalanan. Ia pun terlihat membentak pendemo yang telah merusak Kota Surabaya yang diketahui bukan warga Surabaya.

“Aku bangun ini buat rakyatku, kenapa kamu ga rusak kotamu sendiri. Aku belain wargaku setengah mati, kenapa kamu kesini. Kamu tega sekali. Aku bangun kota ini setengah mati tahu, tanganku sampai patah belain wargaku. Kenapa kamu hancurin. Tega sekali kamu,” bentak Risma di Surabaya, Kamis (8/10/2020).

Risma mengaku sudah bertemu dengan pimpinan pendemo untuk menyudahi aksi demonstrasi. Namun ia menyayangkan aksi demo tolak UU Cipta Kerja berakhir rusuh.

Seperti diberitakan, polisi melakukan pembubaran paksa aksi demonstrasi tolak UU Omnibus Law di Surabaya Kamis sore pukul 15.30 WIB saat massa mulai bertindak anarkis merusak lampu penerangan jalan dan menjebol pagar Gedung Negara Grahadi sisi selatan.

Saat mobil water canon bergerak, ratusan polisi yang berada di dalam halaman Gedung Grahadi juga mulai membubarkan massa.

Suasana mendadak mencekam karena polisi berulang kali menembakkan gas air mata ke arah massa pendemo.

Sementara massa balas melempar bermacam benda ke arah Gedung Negara Grahadi di Jalan Gubernur Suryo, seperti botol air mineral, batu hingga bahan-bahan dari besi lainnya. (Fwid)

 142 total views,  1 views today

indopers.net

indopers.net

Satu Komando, Satu Tujuan, Satu Hati Dan Satu Identitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!